VIRUS IKAN KOI, PENYAKIT YANG SERING DITEMUI PARA PENGHOBI


Ikan koi merupakan ikan hias yang cukup menarik dibudidayakan di Indonesia. Habitat ikan koi yaitu di daerah beriklim sedang dan hidup pada daerah perairan tawar, akan tetapi ikan koi masih dapat hidup pada air yang sedikit asin. Ikan koi masih bisa bertahan hidup pada air dengan salinitas 10 ‰ dan kisaran suhu 8-30ÂșC. Air juga merupakan media internal dan eksternal bagi ikan. Sebagai media internal, air berfungsi sebagai bahan baku untuk reaksi di dalam tubuh, pengangkut bahan makanan ke seluruh tubuh, pengangkut sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari dalam tubuh dan pengatur suhu tubuh. Sebagai media eksternal, air berfungsi sebagai habitat ikan. Kualitas air merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan selama pemeliharaan. Kualitas air yang harus diperhatikan supaya ikan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal adalah suhu, keasaman (pH), oksigen terlarut dan amoniak. 

Ikan koi (Cyprinus carpio) juga merupakan ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi, bahkan di Indonesia sudah banyak dijumpai pembudidaya ikan koi. Namun dibalik hal itu, banyak juga kendala yang dialami oleh pembudidaya seperti adanya penyakit atau virus yang menyerang ikan koi. 

Penyakit yang paling banyak dijumpai adalah Koi Herpes Virus (KHV) yang dapat menyebabkan terjadinya kematian masal ikan koi. KHV adalah salah satu penyakit yang dapat menyerang ikan koi dan memiliki persebaran yang sangat cepat di dunia, munculnya KHV  dapat disebabkan karena kualitas lingkungan yang buruk. Gejala ikan yang terkena KHV dapat berupa munculnya borok pada kulit ikan, adanya lendir yang berlebihan dan terjadinya pendarahan pada sirip. Wabah dari penyakit KHV dapat menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya ikan, karena penyakit ini merupakan penyakit menular yang sangat cepat persebarannya. Tidak hanya bagi pembudidaya, adanya penyakit ini juga berdampak negatif terhadap ekosistem perairan di sekitarnya. 

Selain Koi Herpes Virus (KHV), ada salah satu parasit yang juga kerap menyerang ikan koi (Cyprinus carpio) yaitu parasit Myxobolus sp. Myxobolus merupakan parasit berbahaya yang dapat menyebabkan kematianhingga 80%. Ikan yang terserang Myxobolus akan muncul kemerahan pada nodulnya. Nodul berisi spora pada organ insang sehingga bagian operculum tidak bisa tertutup dengan sempurna, hal ini dapat menyebabkan ikan mengalami gangguan pernapasan. Terjadinya infeksi pada nodul ikan membuat  ikan kehilangan keseimbangan sehingga menyebabkan ikan berenang dalam spiral ke bawah permukaan air.  Selain menyebabkan kematian, Myxobolus juga dapat mengurangi nilai ekonomis air tawar. Rendahnya kualitas suatu perairan dapat menyebabkan ikan menjadi lebih rentan terhadap serangan parasit ini. 

Penanggulangan penyakit KHV dapat dilakukan dengan cara pemusnahan semua stok yang ada, apabila telah terdeteksi adanya virus di suatu lokasi budidaya. Setelah pemusnahan, budidaya harus dihentikan dalam waktu paling sedikit 3 bulan dengan tujuan memusnahkan semua virus yang ada. Usaha budidaya selanjutnya dapat dilakukan kembali dengan menggunakan benih atau induk yang bebas virus KHV, setelah melewati pemeriksaan yang ketat untuk mencegah berulangnya penyakit ini di lokasi yang sama. Sedangkan penangguangan Myxobolus sp. adalah dengan melakukan pemberian obat anti parasit.

No comments for "VIRUS IKAN KOI, PENYAKIT YANG SERING DITEMUI PARA PENGHOBI"